Dengan informasi yang cukup, aktivitas akan menjadi lebih mudah.

Monday, November 27, 2017

Mengunjungi Masjid Sultan Qaboos


Pagi itu kami kembali melakukan aktifitas olah raga jalan kaki. Tujuannya sebuah masjid yang terletak tidak jauh dari apartemen. Ternyata masjid ini adalah grand masjid Sultan Qaboos. Tentu saja masjidnya luas dan megah. Pekarangannya luas, ditanami pepohonan dan aneka bunga warna warni.
Ketika sampai di areal masjid, suasana masih sepi. Kami manfaatkan untuk mengambil gambar (foto) halaman masjid. Terlihat para pekerja sudah memulai aktivitas mengurusi tanaman dan pelataran.
Memasuki pintu utama masjid, kami melihat ada rombongan wisatawan. Dari bahasanya mereka wisatawan dari Korea. Melewati pintu gerbang, semakin terlihat kemegahan masjid. Ada air mancur, taman bunga dan juga pepohonan.


Wisatawan diperbolehkan memasuki ruang utama masjid dengan melepas alas kaki. Dari pintu masuk sampai ke mihrab, digelar kain berwarna biru selebar kurang lebih 4 meter. Dikiri kanan ada pembatas. Di jalur biru inilah wisatawan memasuki masjid. Selalu ada petugas yang mengawasi disamping pemandu wisata.
Semakin siang, jumlah wisatawan yang datang semakin banyak. Sepertinya wisatawan wanita sudah mempersiapkan diri dengan selembar kain penutup kepala. Dipintu utama sebelum memasuki masjid, para wisatawan diminta petugas memakai kain tersebut.
Sebelum meninggalkan masjid, kami dianjurkan oleh petugas untuk memasuki ruangan pusat informsi. Ruang informasi ini layaknya seperti ruang tamu di rumah. Ada seperangkat sofa dan meja. Diatas meja disediakan kurma dalamnsebuah wadah, teko dan cangkir-cangkir kecil. Teko teersebut berisi kopi. Ada pula meja kecil tempat botol-botol kecil berisi air mineral.
Disini kami disuguhi sebotol air mineral, buah kurma dan secangkir kecil kopi. Petugas yang melayani cukup ramah. Penjelasan diberikan dalam bahasa inggeris. Dari penjelasan petugas tersebut, kami mengetahui bahwa permaidani (karpet) masjid berasal dari Iran. Dibuat selama kurang lebih 4 tahun. Marmer berasal dari Itali. Lampu kristal dari Prancis. Sedangkan bunga berasal dari Belanda. (Ini informasi yang saya ingat, saya tidak mencatat)
Setelah berbasa-basi sedikit, kami pamit karena ada rombongan wisatawan lain yang memasuki ruang informasi. Petugas memberi kami dua buah buku agama berbahasa Indonesia.
(Muscat, 26 Nopember 2017)

No comments: