Dengan informasi yang cukup, aktivitas akan menjadi lebih mudah.
Showing posts with label memancing. Show all posts
Showing posts with label memancing. Show all posts

Thursday, November 3, 2011

Memancing Di Pulau Tikus Bengkulu

Sore itu, saya, isteri dan seorang cucu laki-laki berkesempatan berkunjung ke Pulau Tikus Bengkulu. Dengan menggunakan perahu nelayan, kami diturunkan di pulau, sementara nelayannya terus kelaut untuk menangkap ikan. Di pulau ini, ada sebuah menara suar. Kami menginap dirumah penjaga menara suar tersebut.
Malam harinya, cuaca cukup cerah. Dilangit banyak sekali kelihatan bintang-bintang. Kami manfaatkan kesempatan itu untuk memancing. Umpannya udang kecil dan sotong. Memancing malam hari di Pulau Tikus, memberi kenyamanan tersendiri. Apalagi cuaca benar-benar bersahabat.
Esok harinya, pagi-pagi  kami dijemput untuk kembali ke Bengkulu. Walaupun tidak banyak ikan yang kami dapat, namun memancing di Pulau Tikus Bengkulu dapat juga menjadi objek wisata.
Menurut informasi, Pulau Tikus ini terletak di sebelah barat Kota Bengkulu dengan jarak sekitar 10 KM dari pusat kota, merupakan pulau karang kecil. Pulau Tikus dikelilingi karang dan kaya dengan sumber daya hayati yang sudah ditetapkan sebagai hutan wisata. Potensi fauna yang ada berupa ekosistem karang dan biota laut. Kondisi laut berpasir putih pada malam hari menjadi habitat penyu sisik dan penyu hijau yang naik ke darat untuk bertelur. Di kawasan lautnya terdapat lokasi-lokasi aman untuk kegiatan penyelaman dasar laut, dengan airnya yang jernih serta batu karangnya yang indah merupakan pilihan tempat wisata bahari yang menarik.
Untuk menuju obyek wisata ini bisa ditempuh selama 30 menit dari Pantai Tapak Padri Kota Bengkulu dengan menggunakan kapal nelayan, para nelayan setempat selain menyediakan kapal untuk disewa juga siap menjadi pemandu para wisatawan yang berkunjung.


 

Wednesday, November 3, 2010

MEMANCING KE DESA BULUH CINA

Saya berencana mau memancing ke Sungai Kampar. Setelah dipertimbangkan, lokasi terdekat dari rumah, adalah Desa Buluh Cina. Karena tidak terlalu jauh, saya putuskan mengunankan sepedamotor saja. Lebih irit tentunya.
 
Pagi sekitar jam 08.00, saya dan isteri sudah mempersiapkan berbagai perlengkapan pancing, termasuk umpan. Sengaja tidak membawa makanan. Kami rencanakan pulang setelah shalat zuhur. Berat badan yang sudah melebihi berat ideal, membuat kami harus memenej pola makan.
 
Perjalanan ke Desa Wisata Buluh Cina, kurang dari 1 jam. Ternyata, kami datang lebih awal. Belum ada pemancing lainnya. Sambil memancing, kami menikmati suasana pagi dipinggir sungai Kampar. Menjelang siang, beberapa pengunjung mulai berdatangan. Ada yang sekedar rekreasi, ada juga yang memancing. Pinggir sungai mulai ramai.
 
Mendekati waktu shalat zuhur, kami bersiap-siap untuk menuju Mesjid. Mesjidnya lumayan besar. Tempat wuduk cukup bersih dan airnya banyak. Setelah shalat zuhur berjemaah, kami pulang. Cukup lah rekreasi itu. Mudah, murah, nyaman dan tidak melelahkan.
Bagi yang ingin berkunjung ke Desa Buluh Cina, cukup mudah menjangkaunya. . Jaraknya dari pusat kota Pekanbaru ( Propinsi Riau) lebih kurang 25 KM. Ada dua pilihan. Pertama, Jalan Sudirman, Jalan Hang Tuah , terus saja sampai bertemu dengan persimpangan ke Kerinci dan Pesanteren teknologi. Ambil jalan menuju pesanteren. Akan bertemu dengan persimpangan ke Pandau dan Desa Buluh Cina. Ikuti rambu-rambu ( belok kiri). Tidak jauh dari persimpangan itu, sampailah di Desa Wisata Buluh Cina. Jalan lainnya, dari Jalan Sudirman menuju Teluk Kuantar. Sebelum memasuki Jalan Kaharuddin, belok kiri. Dirambu-rambu tertulis Pandau. Terus saja dan akan sampai di Desa Buluh Cina. Selamat berrekreasi.

Pekanbaru, 3 Nopember 2010